Pacaran yang Baik Menurut Ajaran Islam

Pacaran yang baik menurut ajaran islam itu sebenarnya sangat dianjurkan karena semuanya itu juga akan di pertanggung jawabkan di hari akhir nanti. Pacaran dalam islam sangat ketat bagi anak-anak remaja jaman sekarang. Remaja jaman sekarang mungkin sudah banyak yang lepas dari ajaran-ajaran islam. Gaya berpacaran anak remaja sekarang sudah sangat kelewat batas. Pacaran kalau tidak dengan nafsu mungkin sudah gak asyik (kata sebagian besar anak remaja). tapi apakah mereka tidak takut dengan hukuman yang akan mereka dapat nantinya?. Mungkin banyak yang berfikir seperti itu, tapi setelah mereka bertemu dengan lawan jenisnya atau pacarnya, semuanya itu tidak berlaku lagi. Yang pasti semua itu terpengaruh oleh hasutan setan. Masih ingatkan dengan sabda Rosulullah, "jika dua lawan jenis berduaan, maka yang ketiga adalah setan". Mungkin sebab itulah para anak remaja jaman sekarang kelewat batas dalam berpacaran.

Pacaran dalam hukum islam sebenarnya syah-syah saja, asal ada batasannya. Tapi apakah anda tahu apa batasan tersebut? pasti banyak yang gak tahu!. saya pun  juga baru mempelajari tentang hal tersebut, setelah saya baca-baca tentang batasan-batasan tersebut.
Batasan dalam berpacaran menurut hukum islam diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya karena sudah ada hukum islam nya.

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.

4. Harus menjaga mata atau pandangan kita ke pandangan yang mengarah pada timbulnya hawa nafsu. Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang
sering membawa kepada perbuatan zina.

5. Menutup aurat Sangat diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina mata dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga, apa lagi masuk surga.

Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh. Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. setelah itu terserah anda bagaimana menyikapinya. Jika anda sudah tahu akibat dari perbuatan, anda harus berfikir dewasa dan menyikapinya.

92 komentar:

Cha Syncent mengatakan...

keren kk..
tp,,
klo misalkan pacaran-a long distance gmn tuh??

afif mengatakan...

asalkan masih di jalur yang baik..knp gk!...hehehe
mksh knjungannya ya...

Ri_As mengatakan...

mantap gan... :D
nice share ya..... :)

AhA !!!!!! mengatakan...

http://mulkan35.blogspot.com
numpang iklan ya bosss.

Gi Pencari Jati Diri mengatakan...

numpang nanya nihh
bagaimana dengan pelukan
dekapan tanpa ada niat buru
Diperbolehkan atau termasuk
yang dilarang dalam agama?
Terima kasih sebelumnya

afif mengatakan...

kalo di jaman sekarang ini itu sudah wajar saja. memeluk dengan kasih sayang akan membuat suatu suasana yang sangat indah, tapi jika memeluk dengan niat buruk atau dengan nafsu...wahhhhh, itu jelas menyalahi agama...
ya terima kasih juga yang sudah ikut komen ya...
kalau mungkin ada tambahan silakan saja ditambahkan... heheheheheeee

nurdiansyahyan mengatakan...

kalo bisa di share ke semua kalangan remaja

afif mengatakan...

pasti,,,
uda tak share ke temen2 facebook kog
hehehehhee

Arif H mengatakan...

Semua kan berlandaskan niat dalam hati...
Apakah ciuman dengan niat saling menyayangi jg malenyalahi hukum?

afif mengatakan...

kalo menurut hukum itu sah sah aja asal tidak ada sifat pemaksaan.
tp kalo menurut agama, kasih sayang itu tidak memerlukan ciuman. kasih sayang itu kan hanya perasaan. berpegangan tangan saja kalo bukan muhrim hukumnya haramkan.

Arif H mengatakan...

Maaf saya ijin tanya lagi
Sebenarnya kita, itu harus lebih sadar bahwa kita manusia bermasyarakat, bermartabat
Atau manusia sebagai ciptaan tuhansemesta alam?

Kita menomor satukan atas nama agama atau masyarakatan? Karna sebagai contoh, hukum sunah agama itu bisa menjadi wajib apa bila melihat sikon...
Hmm, maaf sebelumnya.. :)

afif mengatakan...

kita hidup bermasyarakat di Indonesia ini kan juga memiliki dasar yang bersumber dari pancasila. urutan pancasila yang pertama juga berbunyi "ketuhanan yang maha Esa", jadi yang kita Nomor satukan adalah Tuhan itu sendiri atau bisa di bilang menomor satukan agama.

Arif H mengatakan...

Trima kasih sobat atas jawabannya :D
Maaf saya tanya pertanyaan sebegitunyaaa..
Thx ya

afif mengatakan...

iya gpp
saya malah seneng lagi bisa sharing
kalo ada apa-apa bisa saling sharing
sebenernya saya sendiri juga masih belajar
heheheheh
terimakasih juga ya

adhita mariani mengatakan...

Hukumnya berpacaran itu haram loh gan :) maaf ya, sedangkan bersentuhan dengan lawan jenis yg bukan mahram saja dosa. Pacaran walaupun tanpa saling sentuh pasti mmiliki prasaan di hati, perasaan yang seharusnya di hantarkan kpd suami/istri, sdngkan pacar kita, blm tentu dia menjadi pasangan jiwa yang telah di takdirkan Allah swt.

^-^

afif mengatakan...

hehehhehe
iya juga sih mba...
makanya saya juga butuh ni kaya sharing seperti ini..
biar kalo kita ada kekurangan bis saling menutupi
makasih lo mba
hehehehee
jadi mayuuuu

nieko widyansyah mengatakan...

Meskipun sgala sesuatu trgantung niatnya,akan tetapi kaidah fikih lain menyatakan "amalan yg tidak mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya tidak sah". Jadi, ciuman dan pelukan pada bukan muhrim tetap saja HARAM,apapun niatnya

khiki sakinah mengatakan...

wew pening aku klu kyk gni
manusiawi kale klu suka dan saling mencintai
kata dilarang disinikan ada penjsbarannya bkn berarti klu diblg ga boleh...gapai diciptakan ada laki2 & ada perempuan klu ga boleh ada percintaan klu gitu laki2 ja semua
trus terang aku klu mslh ini sampa ga boleh pnya hub ma lawan jenis ga sanggup aku
cinta sakit bila dipendam tp wlu diungjapkn harus bisa jaga prbuatan..:-)

blog Randi mengatakan...

Ak setuju :) dan kita sependapat dengan hal tersebut
terimakasih :)

Gagaslilo Digas mengatakan...

kalo, gk blehin sma Ortu, alasannya gmna?

afif mengatakan...

ya memang garis besarnya tetap dosa..
tapi kalo seperti sekarang ini mungkin lebih banyak orang yang lebih uda lupa dengan kodratnya..
maka dari itu sekarang setan lebih bisa mendominasi..
saya gak bilang semuanya ya :)
tapi sebagian besar..
ada dua orang lawan jenis di tempat sepi, setannya pasti udah koploan bang/mba..
hahahaha ....

afif mengatakan...

buat mas gagas ini gak ada hubungannya dengan ortu mas..
anak sekarang kalo cuma otru gampang ngakalinya..
hahahhahaha :D

Grossela-Community mengatakan...

Assalamualaikum Wr.Wb
maaf kalok gangGu
saya mau nanya
pcaran ithu kan unTuk mendEkati lawan jenis.a dan unTuk mengukur kesetia.annya
jdi pcaran ithu adalah landasan pertama unTuk melakukan pernikahan.a di masa dEpan
kalau pcaran tpi gk berPegangan tangan,ciuman,pelukan, pasti kan bikin lawan jenis.a bosen n ithu bsa bikin hub.a bubar
jdi hukum pcaran ithu boleh apa ndk menuruT islam (tidak memandang nafsu)
Terima kasiH ^^
blas ya
Wassalamualaikum Wr.Wb

afif mengatakan...

intinya kalo pacaran kan cuma untuk mengerti lawan jenisnya.
bisa saling mengenali sifat dan akhlaknya saja, itu adalah dasar pacaran yg baik menurut islam. tapi kalo berpegangan tangan itu saja sebenarnya sudah tidak baik dalam pandangan islam. apalagi berkontak fisik dengan ciuman dan lain sebagainya. hukumnya sudah haram.
kalo masalah bosan ya itu memang sudah resikonya.

Andrian Rei mengatakan...

Assalamualaikum, saya setuju dengan pendapat mbak adhita. pacaran itu haram hukumnya, walaupun itu tidak bersentuhan ataupun sebagainya. Itu merupakan zinah hati setau saya. Mengapa dalam islam tidak diperbolehkan berpacaran karena belum tentu pasangan kita yg sekarang akan menjadi mahrom kita kelak. Yang ada jika putus hubungan akan ada hati yang tersakiti. jazakallahu khairon ^_^

anton wahyu mengatakan...

Mau komentar dong... tetapi atau mungkin tidak termasuk dalam pertanyaan atau judul di atas....

Jika kaum lelaki melakukan onani sendirian , apakah itu juga dosa.... tanpa membayangkan hal buruk....!! Tolonh di jawab ya.. agar saya bisa shared dalam lingkungan saya , atau untuk ajaran saya nanti......

afif mengatakan...

tentunya hukumnya haram mas bro
karna melakukan hal tersebut bisa diartikan juga kita membuang bibit/benih kita sendiri
maaf kalo katanya agak kasar sedikit, tapi memang kenyataannya begitu..:)

Soultan Naufal mengatakan...

kalau terlalu banyak ga boleh malah jadinya anak muda jaman sekarang menjauh dari agama, menurutku ada baiknya pacaran itu dibolehkan tapi dengn ketentuan yg sudah ditetapkan :D , ini saya berdasarkan survey hohoho

afif mengatakan...

iya mas, kalo dipikir bener juga...
anak muda jaman sekarang sepertinya semakin hari pergaulannya semakin buruk ^_^
apa mungkin karena kemajuan teknologi juga ya?? mohon di tambah komennya kalo ada yg bisa menambahkan biar tambah ilmunya ... hehehhehehe

Naldi Ceansean mengatakan...

kalo pacarannya jarak jauh, apakah masih haram ??
kalau cuma telfon jarang banget gimana? atau nanya keadaannya ??
ane bingung ,, tolong kasih pencerahannya dong ..

afif mengatakan...

yang pasti kalo pacaran jarak jauh sering telp2an kan. kalo hanya telp biasa gak masalah, tapi kalo mengundang nafsu jelas gak boleh. contoh aja main phone sex. haram hukumnya.

Aufi The islamy mengatakan...

Assalamu'alaikum..
Mw nnya ne,,
Tapi pcran nya hnya skdr tlpnan/sms gmna tch??

afif mengatakan...

wa'alaikumsalam ...
gpp...asal jangan ngomongin masalah yang negatif atau ngeres. kan sekarang banyak yang telp semacam itu (phonesex). kalo spt itu jelas dosa.

sofyan mengatakan...

Mas afif klo memeluk wanita bukan muhrim.
Biar alsannx g'mna juga ttap ga'boleh
(HARAM)

sofyan mengatakan...

Assalamualaikum..
Yng mau nnya2 lbih baik sma ustadz/ulama.
krna mas afif asalan aja(maaf) sprti onani yg d' tnykan anton
Sbnarnya onani dibolehkan saja agar terhindar dari prbuatan zinah.
tpi hram jika menghayalkan seseorang,melihat foto seseoarang dan hnya ingin seneng2 doang.

afif mengatakan...

mas maaf2 aja ya
di komen saya yang atas sudah jelas kan kalo kita disini ini saling sharing mas. tujuan saya hanya memberikan informasi bukan buat asal2an aj. ini forum bebas mas, kalo ada yg salah ya tolong di benarkan jadi kita yg membaca bisa sama2 saling tau yang benar dan mana yg salah, buat pembelajaran kita semua.
ya terima kasih aja komennya

fadrianto rahman mengatakan...

Eh mas boleh curhat dikit gak, saya sendiri sih belumpacaran tapi saya suka sama cewe yang ada di kelas. Jadi gimananih kan klo misalnya suka cewe udah dewasa ingin hidup selamanya dengan dia, tapi kalo misalnya nanti dah dewasa langsung bilang "Will you marry me" nanti malah mungkin ditampar dan ditolak . Jadi klo lakukan pacaran yang buat jadi teman akrab sama cewenya tanpa melanggar ketentuan islam sah gak? Atau klo kasusnya itu bukan disebut pacaran, terimakasih itu saja mas, sori kalo kebanyakan.

Pesan lain: saya duduk di bangku kelas 7 dan sedang menjalani ukk, tentang yang pertanyaan sampe menikah itu bukannya saya korban yang gituan, saya menyusun taktik hidup di dunia ini seperti halnya saya membuat game dari scratch

afif mengatakan...

suka ama cewe si bole-bole aja, ngajak pacaran pun juga bole.
tapi kalo menurut islam kriteria pacaran yg baik tu seperti bacaan diatas, banyak batasannya. sangat sulit kalo dijalankan di jaman seperti sekarang ini. aplagi mas bro nya juga masih kelas 7. mending mas bro belajar aja dulu, seperti pesan ortu. kalo nanti uda waktunya nyari jodoh baru kejar sekenceng-kencengnya...

ttd_andtheem

WOLES mengatakan...

Mas,kalo pacaran dengan cara smsan saja boleh ga? Atau dengan hanya saling memanggil "sayang" boleh ga ya?
Mohon jawabannya. Trims

afif mengatakan...

bole aja,,,
asal jangan phone seks atau berbicara negatif saat berkomunikasi...

arief A.S mengatakan...

intinya tergantung dri sikap masing2 pasang, baik kaum wanita harus menutup aurat,n jagan bicara yg mengarah pembicaran yg negatif.
Dan untuk kaum pria harus mampu menahan hawa nafsu nya,selalu berfikiran positif,jg mampu membimbing kaum wanita...

selalu ingat bahwa allah maha melihat,n akan hari pembalasan dari setiap yg kita perbuat

Kita sebagai kaum pria harus membimbing orng yg kita cintai,menuju perbuatan yg baik, bukan merusak harga diri pasangan kita....
Mav kepanjangan... ^,^

afif mengatakan...

Like bang ...
makasih tambahannya ...

LQ al Hakim mengatakan...

Maaf, Tidak dibenarkan ada Pacaran dalam islam.

Rasul shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani).
Jadi kalo belum siap nikah ya puasa solusinya...

LQ al Hakim mengatakan...

pun sama halnya dengan yang namanya pacaran jarak jauh. tetap tidak dibolehkan.

Dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah saw telah bersabda yang artinya:
"Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin." (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah)

Tidak ada yang menjamin isi hati seseorang, mungkin mata, tangan dll tidak melakukan, tapi ketikantelinga mendengarkan suara pasangan di seberang telfon bisa jadi setan membisik2kan hal2 buruk sehingga hati mulai berangan-angan yang buruk.

Pacaran bukanlah solusi, dan Islam tidak mengajarkan kita boleh berpacaran. Wallahu a'lam...

afif mengatakan...

kalo memang benar seperti itu, mungkin mas LQ al Hakim bisa menjelaskan tentang sebuah pernikahan. hakikatnya sebuah pernikahan adalah sebuah hal yang sangat sakral dan juga tidak bisa dibuat main2kan?!.
kalo sebelum menikah pasti ada yang namanya saling mengenal dengan calon pasangan kita. trus solusinya bagaimana untuk mengenal calon pasangan kita apakah cocok atau tidak?(bila pacaran tidak di perbolehkan?
mohon komentarnya.

hendra juniardy mengatakan...

Proses perkenalan sebelum menikah, Ta'aruf..! Tapi dengan benar. Jangan melakukan "pacaran" dengan mengatas namakan ta'aruf. Ta'aruf termasuk dalam proses khitbah, buat yang benar-benar siap menikah (Lelaki siap meminang, Perempuan siap di pinang).. Jadi Khitbah dulu, baru Ta'aruf..

afif mengatakan...

iya bang, kalo ginikan saya sendiri juga bisa tau bagaimana benar salahnya. makasih

Kurnia Sela mengatakan...

Sebagian org berpendapat bahwa pcrn itu membawa dampak positif bagi dirinya, dia mendapatkn motivasi sehingga lbh semangat menjalani hari"nya. Bila hubngan itu tdk memiliki sisi negatifnya tetap tdk diperbolehkan ya? Walaupun ke-2nya ttp taat dn mencintai Allah?

naruto uzumaki mengatakan...

Apakah masih ada yg mau taarufan di zaman tua ini, apa lg qmi ini ank muda yg mungkin sdkit pengtahuan tentang ȋ̝̊†̥Ʊ, tolonglh bri qmi penjelasan dn lg pula biar cewek berjilbabpun dzaman mukin ngak bkal ngrti taarufan ȋ̝̊†̥Ʊ apa, yg mrka knal hanya pacaran, kami juga ingn mnikah dngn proses yg halal, qmi juga tidak ingn berzina, yg qami mau solusi bagaimana caranya sekarng ini mncri teman hidup scra halal, kalau memank pacarn haram dn taarufan sulit di lingkungan kmi, ada ngak solusi yg ada slain ȋ̝̊†̥Ʊ, tlg di jawab, sampaikan padaku walau pun 1 ayat,,

Ilham Jang Jaya Putra mengatakan...

Dalam Islam Pacaran itu saat umur berapa, ya?

afif mengatakan...

maaf bang sebelumya, dalam ajaran islam yang sebenarnya tidak ada yang namanya pacaran. pacaran tidak diperbolehkan. jadi mau umur berapapun tidak boleh pacaran. yang ada hanya ta'aruf.

caca annisa putri mengatakan...

Om klo misalny kta gk tau klo semua itu haram sprt memandang wajah lain jenis dn berpegangn tgan kta dpt dosa gk ya? Kn gk tau truss kta mau rubah sikap mnjdi lbih baik lgi setelah mengetahui itu, blss

afif mengatakan...

kalo namanya dosa udah gak bisa ditawar
dosa ya dosa, tinggal kita belajar aturan yang benar :D

kartik.tika mengatakan...

Assalamualaikum wr wb
Bagaimana jika saya yang seorang wanita sedang menjalankan karir yang kebetulan beberapa teman2 adalah laki2 .apakah diharamkan kita memiliki kontak mata dengan mereka dan terkadang ada tuntutan utuk bekerja yang tak sengaja hanya berdua dengan lelaki . bagaimana dengan itu ?
Terimakasih
Wassalamualaikum wr wb

afif mengatakan...

tetep aja mba, meskipun itu pekerjaan, tapi kalo melewati norma agama sekecil apapun itu kalau dilarang ya tetep ga bole,, :)

Mesin Pedia mengatakan...

menarik sekali thanks ya artikelnya

desti nurul mengatakan...

Assalamu'alaikum,,

mau nanya nih, kalo menurut saya :
proses sebelum menikah adalah ta'aruf,
proses setelah menikah adalah pacaran,
itu boleh kan?

afif mengatakan...

wa'allaikumsalam..
iya mba bole, seharusnya memang gitu mba :)
ta'aruf dulu baru pacaran mba :)

Silvia Sundary mengatakan...

Pegangan tangan doank koq haram sich..

afif mengatakan...

Jangankan pegangan tangan mba, melihat lawan jenis aja ada tata caranya!

Wulan Ndari mengatakan...

Assalamualaikum.ma'af saya mau tanya.bila semua itu kita langgar di masa lalu.apakahkita kaum hawa jg tdak akan pernah mencium wanginy bkhan tdak akn masuk Surga...sedangkan kita manusia past mempunyai kesalahan d masa lalu.mohon jawabannya.terimakasih

afif mengatakan...

Ada dua penghuni nereka. Penghuni yang tetap dan penghuni tidak tetap. Penghuni tetap adalah mereka yang mati dalam keadaan kafir, menyekutukan Allah, dan dalam keadaan munafik yakni pura beriman, padahal di dalam hati menyembunyikan kekufuran.
Orang beriman tentu saja semuanya masuk surga, namun ada yang langsung masuk surga dan ada yang singgah dulu di dalam nereka. Orang beriman yang sempat singgah di dalam neraka adalah penghuni neraka yang tidak tetap. Mereka mutasi dari neraka ke dalam surga setelah menjalani hukuman Allah sesuai dengan tingkat dosanya. Al Qur`an membimbing manusia supaya bebas dari azab neraka (Q.S. Al-Baqarah/2: 201). Demikian juga doa yang selalu dipanjatkan oleh para sahabat dan para ulama salaf seperti dalam doa selamat “Wan Najata Minan Nar”, dan selemat dari api nereka. Mengapa? Karena satu hari di akhirat sebanding dengan seribu tahun di dunia. Berarti satu hari di neraka berarti sama dengan seribu tahun di dunia. Wassalam.

Mis Ria mengatakan...

Mengontrol hati itu sekuat tenaga..
Solusi satu2nya emng NIKAH..
*tp kalo yg diajak ga mau
Pengajuaan proposal nikah dikasih siapa, kalo bukan kepada Allah??

Ridwan Arifin Wangsa Negara mengatakan...

Artikel mas ini perlu dibaca seluruhnya dengan komen-komennya.. klw gk gitu memang bisa membawa pd pemahaman yang kurang sejalan dengan syari'at islam. plus ktika q-ta mw bawa nama "islam" memang harus berdasar qur'an dan hadits, paling tidak ijma para ulama.. tapi yang namanya sharing sah-sah saja, intinya saling mengoreksi ke arah yang lebih baik..
Wallahu'alam..

islah hanifa mengatakan...

Allah melarang itu utk menjaga dan meguji kita,mau gmn pun pacaran itu gk boleh,mengungkapkan perasaan kpd lawan jenis jg gk boleh,krn akan menimbulkan maksiat hati dlm diri kita ataupun si dia.. Menahan perasaan suka/cinta itu ujian besar yg pahalanya jg besar...so,hindari yg namanya pacaran,ttm-an,dll....sy sbg remaja jg merasakan itu,tetapi sy tahan itu,dan sy lbh sering mengingatkan tmn2,jd selain takut bgt sama Allah,malu jg sma org yg sdh sy ingatkan.... :)

Imagination islam,,,, mengatakan...

Afwan..mau numpang Tanya...
Sblumnya qta blum tau bhwa pcran itu tdak dperbolehkan dlam agama, tapi Jika sdah trlnjur terjun dlam dunia pcran, Dan stlah itu qta Baru tau bhwa pcran itu gak d perblehkan...
Nah bgaimna nsib hbungan tsb Dan solusi tepat mnurut agama ?
Syukron....

Nurul Sholeh mengatakan...

Coba kita Bakar tangn kita di api lilin SATU menit aja tahan apa engga..... Klo tahan Lanjutin Pacaran berarti udah kebal tuh sama Panasnya Api Neraka .... Padahan panas Api di dunia ga Ada apa2nya dibanding panas api neraka.......Inget Allah, DOSA itu ada. Setan Itu Nyata

goculsmuha mengatakan...

Thank's gan infonya !!!!

peluang agen tiket

Asep Sopanda mengatakan...

Bisnis Pulsa Murah
Harga Pulsa Murah
Dealer Pulsa Murah
Agen Pulsa Murah
Cara bisnis Pulsa
Cara menjadi agen pulsa
tips bisnis pulsa
Distributor Pulsa Murah
Pulsa elektrik Murah
Pulsa All Operator Murah
Usaha Jual Pulsa
Bisnis Sampingan
Memulai usaha Jual Pulsa
Cara Jual Pulsa
Cara Berbisnis Pulsa
Dealer Pulsa Elektronik Murah
Agen Pulsa termurah
Dealer Pulsa Paling Murah
Cara Menjual Pulsa

UbaidRahman mengatakan...

tidak ada alasan untuk menghalalkan PACARAN.
kalo sudah jelas itu PACARAN ya haram. mau bagaimanapun dan seperti apapun tetap haram.

mending NIKAH saja dari pada PACARAN.

afif mengatakan...

yo'i beroo...

Fitriani Sutrisno mengatakan...

Makasih ya.info nya...
Yg coment jga membantu.tnpa bertnyapun suda bnyak jwaban na
...:)

kang ibing mengatakan...

Ini yang dibahas kan hukum islam mungkin lebih afdol jika disertakan dalil2nya, jangan sampai salah dalam memberi nasehat karena itu bukan perkara ringan yg harus dipertanggung jawabkan, intinya kita mencri Kebenaran bukan pembenaran. Trimakasih

afif mengatakan...

Meski-pun tidak dijelaskan secara gamblang, namun banyak sekali dalil yang dapat di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan aktifitas pacaran tersebut.
Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA. mungkin ini ada tambahan dalil-dalil tentang berpacaran gan.

“Dan jangan-lah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra, 17 : 32)

Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu?
Diantaranya adalah:
Saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll.
Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya “PACARAN”

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas radhiallahu `anha dikatakan:
“Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
“Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.”
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur`an berikut:

“Jangan-lah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.”
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan-lah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.”
(HR. Imam Ahmad)

“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”
(Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386)

“Demi Allah, tangan Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) sama sekali meski-pun dalam keadaan membai’at. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.”
(HR. Al-Bukhari)

“Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.”
(HR. Malik , Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Telah berkata Aisyah radhiallahu `anha:
“Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.”
(HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah).

“Wahai Ali, jangan-lah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untuk-mu. Namun yang kedua adalah haram” .
(HR. Abu Dawud , Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat.”
(HR. Imam Ahmad)

Dari Jarir bin Abdullah radhiallahu `anhu dikatakan:
“Aku bertanya kepada Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku.”
(HR. Imam Muslim)

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidak-lah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka jangan-lah kamu tunduk (merendahkan suara) dalam berbicara sehingga berkeinginan-lah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkan-lah perkataan yang baik.”
(QS. Al-Ahzab, 33 : 32)

muhammad husin akatsuki mengatakan...

Alhamdulillah dapat hidayah dari Allah. trimakasih infonya @arif

habibi the saiki mengatakan...

Bila belum sah menjadi suami istri tetap hukumnya HARAM,,yg benar itu akui saja itu dosa,,dan mencoba belajar sama2 utk menghindar dari perbuatan itu,dan bljar melakukan perbuatan yang lebih baik...allahu allah...kita sama2 belajar untuk menahan hawa nafsu..manusia adalah tempatnya dosa,,jika melakukan dosa,,akui dosa,jangan sampai menyangkal,,bisa fatal akibatnya...wassalam...

afif mengatakan...

iya abang habibi makasi masukannya, sedikit menambahkan.
kita gak bisa menyangkal namanya dosa, dosa ya dosa tetap ada konsekuensinya.
sepintar2nya kita menyembunyikan dosa, data dosa kita udah tertera ditempatnya, maka dari itu, jauhkanlah diri Anda dari dosa.
waspadalah,,,waspadalah
hehehehheheee
wasalam ...

rico efendi mengatakan...

Saya akan berusaha menjauhi itu semua....

afif mengatakan...

bismillah bang

Dihas Ananda mengatakan...

kalau yang udah terlanjur gimana donk?
kalau langsung diputusin kan malah menyakiti hati wanita..
kalau menyakiti hati orang lain kan tidak diperbolehkan islam
mungkin ada sedikit solusi untuk mengatasinya

Dihas Ananda mengatakan...

tambahan..
saya setuju kalau pacaran itu haram..
karena kata ustad saya dalam qaidah fiqh mengatakan :
للوسائل حكم المقاصد
'hukum perantara itu sama dengan hukum tujuannya (kurang lebih seperti itu artinya..)
zina itu kan haram (apalagi mendekatinya 'kan), sedangkan pacaran itu kan cenderung untuk berbuat zina..disini pacaran sebagai perantara menuju zina..jadi pacaran jadi ikutan haram..
.
.namun..permasalahannya, kalau sudah terlanjur gimana? mau tidak mau kan msti diputusin..
tpi biasanya klo hbis putus malah tambah jauh..
malahan jdi musuhan..
n bisa aja berujung pembunuhan..kyak yang lagi booming beberapa waktu lalu..
itu kan sama saja memutus silaturahmi, sedangkan memutus silaturahmi itu dilarang keras oleh agama..
mungkinkah ada solusi lain bagi yang telah terlanjur pacaran selain puasa?

Ridwan Arifin Wangsa Negara mengatakan...

Mnurut sya menegakkan syariat islam memang penuh rintangan dan godaan. Perlu pengorbanan untuk dpatkan syurga-Nya..
Jika ada yg sakit hati krena ibadah qta yg sdah sesuai tuntunan maka qta tdak prlu khawatir apalagi smpai brhnti bribadah. Bgitu juga mnjauhi zina adalah ibadah wajib.. jika ada kemauan psti ada jalan.. prbanyaak munajat pada Allah insya Allah ada jalan..
Brkaitan dg silaturahim memang tdak boleh dputuskan.m tpi slaturahim sprti apa yg harus djaga? ? Perceraian/talak pun bisa mnjadi wajib jika ada alasan trtntu.. apa lagi baru sbatas pacaran. Sya yakin dlm stiap prmasalahan slalu ada jalan tengah.. wallahuaa'lam..

afif mengatakan...

bener banget tu mas Ridwan, ya memang sih kalo gaya anak muda sekarang sudah sangat sulit menerima kenyataan kepercayaan yang dimiliki (peraturan agama). tapi yang namanya aturan ya aturan, hukuman ya hukuman. tinggal bagaimana pilihan kita. Surga ataukah Neraka.
mohon tambahannya kalau masih kurang tepat.

Isyam Aliansah mengatakan...

Yang jelas, perasaan kita hanya untuk alloh semata. Kalo perasaan untuk pacaran itu salah. Untuk apa pacara, jika tidak ada manfaatnya. Lebih baik langsung menikah jika umur sudah cukup.

afif mengatakan...

iya mas, bener..
terima kasih masukannya...semoga lebih bisa mengupas pacaran yang baik menurut islam lebih dalam.

Alamanda Jatikusumo mengatakan...

Aku mau nanya om, tadi kan katanya ada penghuni neraka tetap dan tidak tetap.. kalo aku sih pengennya langsung masuk surga.. apakah dengan sholat, ngaji, dan berbuat baik itu udah cukup? Aku umur 13thn .. maaf ya diluar topik.. cuma penasaran aja sm ituu

afif mengatakan...

وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاء كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءتْ مُرْتَفَقًا . إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلاً . أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” (QS. Al-Kahfi: 29-31)

aziz aziz mengatakan...

Pacaran tu lampu hijau untuk berbuat zina, mndekati zina, tidak ada pacaran yg syah menurut islam, tak ada tawar-menawar dalam ketentuan islam. Solusinya hanya ta'aruf :)

Mustafa Alamy mengatakan...

Assalamu'alaikum.wr.wb.

afif mengatakan...

waallaikumsalam.wr.wb.

Iyus Setiawan mengatakan...

Siip setuju

Nur Azizah Muhiddin mengatakan...

sangat membantu skli..makasih...assalam...

Poskan Komentar

Pengikut

Mengenai Saya

Foto Saya
madiun, jawa timur, Indonesia
anda tak perlu takut akan kehadiran saya karna saya bukanlah makhluk yang menggigit atau pun menyeramkan. u/ lebih lanjut cari sendiri..hahaha